SATGANA

PMI adalah organisasi yang netral dan independen yang melakukan kegiatannya demi kemanusiaan dan secara sukarela.  Dalam menjalankan tugas kemanusiaanya PMI tidak melakukan pembedaan berdasarkan golongan politik, ras suku, ataupun agama tertentu.  Tetapi mengutamakan objek korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.

salah satu tugas pokok dari PMI adalah memberikan pertolongan serta bantuan kepada korban bencana apapun sebabnya tanpa membedakan agama, bangsa, suku bangsa, golongan, warna kulit, jenis kelamin, dan bahasa.

Untuk melaksanakan tugas tersebut, PMI meningkatkan kesiapsiagaanya dengan mengkoordinasikan tenaga lapangan seperti KSR/TSR serta tenaga lapangan lainnya dalam suatu waah khusus yang kemudian disebut SATUAN PENANGGULANGAN BENCANA (SATGANA) PMI

SATGANA PMI adalah satuan atau tim yang khusus dibentuk dan dibina oleh pengurus PMI cabang dalam rangka upaya turut serta dalam penanggulangan bencana secara keseluruhan.  Salah satu maksud dari pembentukan Tim SATGANA adalah agar pengurus PMI Daerah selaku Koordinator dapat mengatur pengerahan tenaga bantuan dalam membantu cabang yang wilayah kerjanya mengalami bencana.  Hal ini berdasarkan :
– Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga
– KEPPRES RI No. 246 Th. 1963 tentang Perhimpunan Palang Merah Indonesia
dan Pokok Tugas PMI
– KEPPRES RI No. 3 Thaun 2001 tentang Badan Koordinasi Nasional
Penanggulangan Bencana (BAKORNAS PB)
– Surat Keputusan Pengurus Pusat PMI No. 0808 Tahun 1998
tentang Pembentukan SATGANA PMI

KEANGGOTAAN SATGANA
Keanggotaan dari Tim SATGANA diambil dari unsur KSR, TSR, Pembina/Pelatih PMR, Tenaga Kesehatan, Staf Markas.  Dalam satu tim SATGANA berjumlah 30 orang yang terdiri dari :
a.   1 orang komandan dan merangkap anggota
b.   1 orang Wakil Komandan dan merangkap anggota
c.   2 Orang administrasi merangkap anggota
d.   26 orang anggota yang dibagi
–    6 orang pada regu Pencari dan Penyelamat
–  10 orang pada Regu Evakuasi dan Penampungan Daruruat
–    5 orang pada Regu bantuan Sosial dan TMS
–    5 orang pada regu Pelayanan Kesehatan, Sanitasi dan
Penyediaan Air Bersih

TUGAS POKOK TIM SATGANA
Tugas pokok tim  SATGANA PMI adalah membantu pengurus PMI cabang untuk melaksanakan tugas dibidang penanggulangan bencana sesuai dengan siklus bencana yaitu sebelum, saat terjadi dan setelah bencana.  Adapun tugas – tugas pokok tersebut adalah :

1.  Sebelum Bencana

  • Melaksanakan tugas memeberikan penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan kewaspadaan bagi masyarakat dalam menghadapi bencana.
  • Menyiapkan kader-kader ditingkat kecamatan / desa dalam rangka membantu tugas pelayanan PMI bagi masyarakat di setiap kecamatan atau desa, selanjutnya juga sebagai tenaga penyuluh atau tenaga di lapangan.  Kader yang juga tenaga penyuluh tersebut adalah sebagai perangkat pembantu Tim SATGANA ditingkat Kecamatan/desa Kader ini disebut kader CBDP (Community Based Disaster Preparedness/Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat)
  • Membantu Pengurus Cabang dan Pengurus Ranting PMI untuk membuat pendataan daerah rawan bencana.
  • Membantu menyusun daftar perlengkapan yang dibutuhkan untuk penanggulangan bencana termasuk pemeliharaan.
  • Melakukan pelatihan-pelatihan, baik intern SATGANA maupun gabungan dengan instansi terkait dibawah koordinasi Satlak PB.
  • Anggota Tim SATGANA diatur secara bergiliran melakukan siaga di Kantor PMI Cabang.

2.  Saat Bencana
     – menyiapkan posko di cabang / ranting dan di beberapa tempat yang
dianggap perlu.
– Memberikan bantuan dan pertolongan kepada para korban
– Melakukan Identifikasi dampak bencana
– Melakukan pengkajian kebutuhan korban khususnya dibidang pangan,
non pangan, termasuk pelayanan kesehatan dan sanitasi untuk
tahap selanjutnya (Assesment)
– Membantu Pengurus Cabang PMI untuk membuat dokumentasi
– Membuat laporan harian/mingguan untuk PMI cabang
– Anggota SATGANA dilapangan harus selalu bekerjasama dengan
satgas lainnya dalam koordinasi SATLAK PB

3.  Setelah  Bencana
     – Mengumpulkan segala permasalahan untuk melanjutkan kegiatan
pada tahap rehabilitasi, seperti menelusuri korban yang dirawat,
mendata yang kehilangan mata pencaharian sehari-hari karena
cacat  (Traicing and Mailling Service)
– Melakukan kegiatan konseling untuk meningkatkan kesdaran fungsi
sosial masyarakat melalui pendekatan tatap muka
– Menyelenggarakan kegiatan penyuluhan
– Mencatat dan mendata kembali sarana, prasarana daya dan dana
(Reinventarisasi)
– Mengevaluasi kegiatan untuk bahan perbaikan melakukan kegiatan
di masa yang akan datang.
– Membantu pengurus untuk pelaporan

KETRAMPILAN SATGANA
Selain dibekali oleh perlengkapan – perlengkapan penunjang, sebelum menjalankan tugasnya seluruh anggota tim SATGANA juga telah dibekali oleh pengetahuan serta ketrampilan.  Pengetahuan dan ketrampilan tersebut antara lain :

1.  Kepalangmerahan
Agar anggota tim memahami organisasi PMI secara umum,
dapat menerapkan prinsip dasar PMI dalam tindakan yang
dilakukan di lapangan, dapat memahami penggunaan
lambang Palang Merah, memahami penerapan HPI dalam
situasi konflik

2.  Kepemimpinan dan HAM
Agar seluruh anggota tim dapat mengetahui hekekat, fungsi
dan tugas pemimpin, mengetahui tipe-tipe pemimpin, dapat
memahami keterampilan dasar pemimpin.

3.  Manajemen Bencana
Agar setiap anggota dapat memahami pengertian bencana
dan penanggulangannya, memahami kedudukan dan peran
PMI dalam Bakornas, Satkorlak PB, serta Satlak PB, memahami
organisasi dan tugas pokok, wewenang dan tanggung jawab
SATGANA dalam penanggulangan bencana.

4.  Analisa Bencana
Agar anggota dapat menjelaskan faktor penyebab akibat bencana
dapat menganalisa bencana yang terjadi serta upaya mitigasi.

5.  Analisa Kapasitas dan Kebutuhan Pengungsi
Agar seluruh anggota tim dapat memahami cara langkah penilaian
kebutuhan di lapangan, dapat juga memahami cara mengajukan
bantuan

6.  Relief Distribusi
Agar anggota SATGANA dapat memahami prinsip distribusi
bantuan dan syste pelaporannya.

7.  Logistik
Agar dapat memahami system pengelolaan logistik di lapangan,
memahami FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expired
First Out)

8.  Teknik Penyuluhan dan Teknik Dasar Melatih
Agar anggota Tim mengetahui teknik penyuluhan, mengetahui
media dan methode yang tepat dalam memberikan penyuluhan,
dapat memahami teknik dasar melatih kader di tingkat desa /
kelurahan

9.  Pertolongan Pertama dan Evakuasi
Agar dapat memahami prinsip dasar pemberian pertolongan
pertama, terutama pada kasus cedera, mengetahui teknik
evakuasi korban / penderita.

10. Perawatan Kesehatan
Agar anggota SATGANA mengetahui prinsip dasar perawatan
di lapangan.

11. Kesehatan Pribadi dan Lingkungan
Agar memahami prinsip-prinsip kesehatan, memahami masalah
sanitasi, air bersih dan pembuangan limbah khususnya di daerah
pengungsi.

12. Pengorganisasian Kader PMI di tingkat Masyarakat
Agar dapat mengorganisir Satgas PMI di tingkat desa sebagai
bagian dari satgas PB yang dibentuk oleh Satlak PB

13. Sistem Pelaporan dan Dokumentasi
Agar anggota tim mengetahui bentuk laporan pada kegiatan
pra – saat – pasca bencana, dapat memahami prinsip pembuatan
dokumentasi

14. Pemantauan, Supervisi dan Evaluasi
Agar dapat memahami kebutuhan pemantauan, supervisi dan evaluasi
serta cara melakukannya.

15. Sistem Komunikasi
Agar dapat meperagakan prosedur komunikasi dari lapangan –
posko – kantor cabang – unit yang lain.

16. Dapur Umum
Agar anggota tim SATGANA dapat menyelenggarakan dapur
umum untuk para pengungsi, mengetahui pengaturan menu
dengan gizi seimbang.

17. Pengelolaan Sarana PB
Agar seluruh anggota dapat memperagakan cara perawatan
sarana penanggulangan  bencana yang tersedia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s