Donor Darah Kini Sebagai Gaya Hidup

UDD Trisakti

UDD Trisakti

Ucapan Ketua Umum Palang Merah Indonesia HM Jusuf Kalla begitu mangkus. Setelah mengatakan bahwa Trisakti sudah terkenal dengan kampus yang berkorban darah untuk reformasi, di mana mahasiswa (tahun 1998) tumpah ke tanah, kini ia minta agar darah itu jangan tumpah ke tanah. ”

Donorkan untuk kemanusiaan,” katanya. Maka, termotivasilah mahasiswa dan sivitas akademika mendonorkan darahnya.

Di Trisakti, mahasiswa semakin antusias. Saat pembukaan gerai, ratusan calon pendonor antre.

“Ini kali pertama saya donor darah. Sebelumnya dihantui ketakutan. Setelah mendengar penjelasan Pak Jusuf Kalla waktu pembukaan Gerai Donor Darah, saya jadi tersentuh. Ternyata, banyak pasien yang membutuhkan darah, sementara stok yang ada sangat terbatas. Darah saya mungkin bisa menyelamatkan nyawa orang yang membutuhkan,” kata Esperanza Tiara, mahasiswi semester pertama Fakultas Seni Rupa dan Desain.

Asri, teman Tiara, juga kali pertama donor darah. “Ingin mencoba donor darah, semoga kelak bisa rutin, apalagi sudah ada gerainya di kampus. Ada kebanggaan, bisa berbuat untuk kemanusiaan. Siapa tahu bisa jadi gaya hidup, sebagaimana yang diharapkan Pak Jusuf Kalla,” katanya.

Senada dengan itu juga dikemukakan Siti Khadijah, staf dana pensiun Trisaksi, dan Fenti Rahayu, Yusnawati, dan Marnoen Sani. “Tidak hanya kita yang mendonorkan darah jadi sehat, orang yang membutuhkan juga menjadi sehat, bahkan jiwanya terselamatkan,” tandas Fenti.

Jika sebagian besar mahasiswa adalah pertama kali ikut donor darah, maka separuh lainnya sudah menjadikan donor darah sebagai bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup sehat. “Jika ingin hidup sehat, sumbangkan darah,” kata Sugeng, staf Biro Kemahasiswaan, yang sudah 15 kali donor darah.

Gede Bagus Wirawan, mahasiswa semester 5 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, yang sudah tiga kali donor darah, mengatakan, “Saya akan jadikan donor darah sebagai sebuah keharusan dalam hidup sehat. Kita sehat, orang lain tertolong.”

Menurut Rektor Universitas Trisakti Thoby Mutis, dibukanya Gerai Donor Darah merupakan bentuk kerjasama yang saling mengutungkan. Karena aksi jemput bola PMI ini semakin mendekatkan donor darah pada masyarakat, terutama kalangan mahasiswa. Mahasiswa dan kalangan kampus lainnya diuntungkan, sebab semakin dekat mendonorkan darahnya.

“Semakin dekat fasilitas donor darah dengan mahasiswa, semoga mahasiswa terdorong dan semakin giat donor darah,” katanya.

Jusuf Kalla menjelaskan, kenapa kampus diajak bekerjasama. Karena di kampus terdapat belasan ribu, bahkan puluhan ribu generasi muda, yang usianya 20-an tahun. Ketua PMI itu menyatakan yakin, mahasiswa sehat dan kualitas darahnya sangat baik, serta semua pendonor bebas HIV/AIDS dan narkoba.

“Kalau dari 20.000 mahasiswa, misal lima persen saja yang donor, maka sekali donor terkumpul 1.000 kantung darah. Jika dua kali setahun, maka diperoleh 2.000 kantung darah. Ribuan orang jadi tertolong jiwanya. Yang diambil akan lebih sehat, karena siklusnya, yang diberi darah apalagi,” tandas Kalla.

Menurut mantan Wakil Presiden RI itu, donor darah ini semacam arisan. Hari ini kita donor, mungkin besok atau hari lain, anak kita butuh darah. Dengan keberadaan Gerai Donor darah di tengah mahasiswa, aksi menyumbangkan darah diharapkan bisa menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda. Selain menyehatkan, donor darah itu gaya untuk dilakukan.

Gerai Donor Darah di Universitas Trisakti merupakan gerai kedua dibuka di kampus, sebelumnya Universitas Hasanuddin, Makassar. Segera menyusul Universitas Indonesia, Depok, Universitas Islam Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung, dan Universitas Tujuh Belas Agustus, Surabaya.

Ada juga di mal

Ketua PMI Jusuf Kalla menjelaskan, Sekarang ini minat donor darah luar biasa. Di Jakarta, dia menyontohkan 30-an mobil unit habis dipesan tiap hari. Untuk kegiatan aksi donor darah terlaksana, harus pesan dua bulan sebelumnya.

Karena itu, gerai donor darah diperbanyak. Sasaran tidak hanya kampus perguruan tinggi, tapi juga pusat perbelanjaan, mal. Pengunjung mal banyak, jika ada gerai donor darah, mereka akan termotivasi. Selain menggugah warga menjadikan aksi donor darah sebagai bagian gaya hidup, juga untuk mencukupi kebutuhan darah, yang persediaannya selama ini sangat kurang.

“Persediaan darah ke depan harus mencukupi kebutuhan empat hari. Kondisi sekarang baru mencukupi kebutuhan dua hari,” kata Jusuf Kalla.

Secara nasional, kebutuhan darah mencapai 4,8 juta kantung darah setiap tahunnya. Dibukanya gerai-gerai donor darah di kampus dan mal menjadi salah satu antisipasi PMI untuk memenuhi kebutuhan kantung darah yang diperlukan.

Dijelaskan, jika donor darah sebagai gaya hidup, maka ada peluang peningkatan persediaan darah. Penyediaan darah oleh PMI baru tercapai 0,7 persen jumlah penduduk (1,9 juta kantung, tahun 2009 ) dan persediaan darah baru mencukupi kebutuhan 2 hari.

Pencapaian ini jauh dari target WHO yang 2 persen jumlah penduduk atau 4,8 juta kan tung per tahun dan persediaan darah mencukupi kebutuhan 4 hari. Jadi masih kurang sekitar 2,9 juta kantung.

Salah satu strategi yang kini dilakukan PMI adalah bekerjasama dengan perguruan tinggi dan pengelola mal. Sampai saat ini sudah ada lima mal yang buka Gerai Donor Darah, yaitu Mal Senayan City dan Tanah Abang, Jakarta; Mal Metropolitan, Bekasi; Mal Tunjungan Plaza, Surabaya; dan Mal Mari Plaza, Makassar.

Jusuf Kalla berharap, mal-mal yang potensi pengunjungnya bisa mencapai 50.000 orang per hari, diminta punya gerai donor darah. Jika di mall ada gerai donor darah, para pengunjung akan menyempatkan diri donor darah, yang hanya butuh waktu sebentar, sekitar 10 menit.

Disarikan dari kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s