Mantan Ketua Umum PMI Masuk 4 Pejabat Indonesia Terbersih

Pejabat Bersih

Pejabat Bersih

Bagaimana gaya hidup pejabat kita? Mungkin yang ada dibenak Anda, memiliki rumah mewah senilai Rp 7 miliar lengkap dengan kolam renang, dengan puluhan rumah bernilai di bawah kediaman resmi tersebut. Deretan mobil mewah dengan harga miliaran rupiah.

Begitu pula dengan simpanan uang bernilai miliaran rupiah atas nama istri dan anak-anak. Semua tersebut memang sulit dipenuhi dengan ukuran gaji resminya.

Bila Anda membayangkan demikian kehidupan semua pejabat di Indonesia, tentu anggapan tersebut keliru. Betul, kolusi antara pejabat, pengusaha yang mendatangkan gemerincing uang bukan rahasia lagi. Tapi, ternyata justru ini merupakan rahasia yang kurang terekspos masih ada segelintir pejabat yang hidup sederhana. Berikut adalah daftar pejabat yang hidup sederhana tersebut, seperti dikutip dari http://Lintasberita.com .

1. Prof Dr Emil Salim

Meski tiga kali menjadi menteri diantaranya Menteri Perhubungan,

Prof.Salim

Prof. Dr. Emil Salim

Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PPLH) serta Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH), Emil justru tak terpikir untuk membeli rumah semasa memangku jabatan. Ia hidup di rumah dinas dengan fasilitas yang disediakan negara.

Sebelumnya, kemenakan H. Agus Salim ini, memang telah memiliki satu rumah di Jl. Tosari No. 75. Dibeli pada 1968, rumah itu dikontrakkan. Dari kontrakan tersebut, Emil mendapat hasil sampingan yang ditabungkannya.

Kesederhanaan dan hidup lurus yang dikukuhi Emil Salim ini, membuat Zainul Bahar Noor SE memujinya. “Emil Salim itu sama bersih dengan pejabat bersih lainnya. Ia teknokrat yang tidak mementingkan uang,” puji Dirut Bank Muamalat Indonesia (BMI) ini.

2. Mar’ie Muhammad

Mar’ie Muhammad pun mengesankan pejabat sederhana dan

Mar'ie Muhammad

Mantan Ketua Umum PMI Mar'ie Muhammad

disebut-sebut bersih. Kesederhanaan Menteri Keuangan ini, tecermin dari penampilannya sehari-hari yang hanya mengenakan safari ke kantor dan lebih senang dengan sarung bila di rumah.

Bahkan, ia pun menekankan kesederhanaan pada keluarganya. Menurut putri bungsunya Rahmasari, mantan Dirjen Pajak ini tidak membolehkan anak-anaknya menggunakan mobil ke kampus maupun ke sekolah. Ia pun memilih membawa keluarganya daripada hura-hura ke luar negeri.

Selain sederhana, ia dikenal tegas dan lurus. Contohnya, ia pernah disebut menolak anggaran taktis dan biaya perjalanan dinas, yang dinilainya terlampau besar. Di sisi lain, lelaki penggemar jogging ini berupaya meningkatkan efisiensi dan berusaha membendung kebocoran di instansi yang dipimpinnya. Tak  mengherankan, Mantan Ketua Umum Palang Merah Indonesia ini dijuluki Mr. Clean.

3.Satrio Budihardjo Joedono

Semasa memangku jabatan menteri perdagangan, di ruang

Satrio Budihardjo Joedono

Satrio Budihardjo Joedono

kerjanya tersusun guci keramik dan beberapa lukisan. Tapi, ia mengaku membeli secara kredit, terhadap benda kegemarannya. “Saya tak mampu membelinya,” ujarnya.

Kesederhanaan pun memayungi rumahnya. Saat masih tinggal di kompleks perumahan menteri, ruang tamunya tidak beraroma kemewahan. Di ruang tamu rumah bernomor 25 itu, hanya terlihat rangkaian bunga di meja tamu. Di garasi, ada tiga mobil. Cuma satu yang dimilikinya, mobil tua. Sedangkan dua lainnya mobil inventaris sebagai menteri dan pinjaman BPPT.

Bahkan, ia tidak canggung mengempit tas lusuh ataupun risih dengan menteri perdagangan dari negara lain, saat pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik, November 1994. Lelaki yang akrab dipanggil Billy ini pun dikenal tegas dan lurus. Ia tidak melayani dokumen yang tak memenuhi persyaratan lengkap. Billy pun dikenal cermat dalam mengunyah laporan bawahan. “Selamanya dua kali dua adalah empat, bukan delapan” itulah prinsip hidupnya.

4. Ir. Sarwono Kusumaatmadja

Menteri Negara Lingkungan Hidup ini dikenal sederhana dan lugas.

Ir. Sarwono Kusumaatmadja

Ir. Sarwono Kusumaatmadja

Mengaku menekankan pola hidup sederhana hingga pada keluarganya, Sarwono merasa beruntung dengan kesederhanaan tersebut. “Kita tidak terjebak konsumtif sehingga terlepas dari keinginan melakukan hal-hal di luar kemampuan diri.

Sarwono pun memiliki prinsip tak akan membeli barang yang kurang bermanfaat dan barang lelangan. “Ini pesan orangtua saya sebelum meninggal karena menurutnya pemilik barang lelangan itu menjual secara terpaksa. Kita jangan hidup di atas penderitaan orang lain.” Sarwono sendiri mengakui dirinya tidak bersih betul dari perilaku itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s